Swara Muslim

Berbuat kebaikan walau hanya sekecil biji zarah

Responsive Ads Here
Showing posts with label Petunjuk Dua Perkara. Show all posts
Showing posts with label Petunjuk Dua Perkara. Show all posts

Tuesday, 23 June 2015

Dunia dan Sakaratul Maut

Sebagaimana yang diisyaratakan oleh seorang penyair dalam syairnya berikut ini :
"Wahai, orang yang hanya disibukkan urusan dunia! Sungguh, engkau telah tertipu oleh angan-anganmu yang panjang. 
Mengapa selalu lupa?
Hingga sakaratul maut datang menjemputmu.
Sakaratul maut itu akan datang kepadamu secara tiba-tiba dan kubur itu adalah peti dari segala amal
Bersabarlah terhadap semua yang menakutkan yang ada di dunia.
Tiada kematian, melainkan sakaratul maut telah menjemput."
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad  Saw. yang diriwayatkan oleh Ad Dailami berikut ini :
"Meninggalkan dunia itu lebih pahit daripada jadam dan lebih pedih daripada goresan pedang di medan pertempuran, dan tiada sesuatupun bagi yang mau meninggalkannya, kecuali Allah menganugerahkan kepadanya sebagaimana yang telah Ia anugerahkan kepada para syuhada. Meninggalkan dunia adalah dengan cara sedikit makan dan kenyang dan tidak suka dipuji orang. Karena barangsiapa yang senang dipuji manusia, maka berarti ia lebih suka dunia dengan segala kenikmatannya. Dan barangsiapa yang ingin mendapatkan kenikmatan yang paling utama, maka hendaklah ia meninggalkan segala bentuk urusan dunia dan pujian manusia."

Disamping itu, Ibnu Majah juga telah meriwayatkannya bahwa Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut :
"Barangsiapa yang ingin mendapatkan akhirat, maka Allah akan menambah kekuatannya, dan menjadikannya kaya hati dan duniapun akan mengikutinya dengan sendirinya. Dan barangsiapa yang berniat untuk mendapatkan dunia, maka Allah pun akan memberatkan segala urusannya, dan menjadikannya kefakiran (selalu terbayang) diantara kedua matanya, dan tidak mendapatkan apa yang diinginkan di dunia, melainkan apa yang telah di tentukan untuknya."


Kufur Nikmat dan Berteman Dengan Orang Bodoh

Dikatakan oleh sebagian hukama:
"Kufur nikmat itu merupakan kehinaan dan berteman dengan orang yang bodoh itu adalah merupakan bentuk kesialan."
Orang yang tidak mau mensyukuri segala apa yang telah dianugerahkan oleh Allah atas dirinya, itu menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang hina, demikian halnya bersahabat dengan orang yang bodoh, yaitu orang yang tidak dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya, meskipun ia tahu akan kesalahannya.
Dalam hal ini, Ath-Thabrani meriwayatkan dari Basyir, bahwa Rasulullah Saw. bersabda :
"Hendaklah kamu tidak berteman dengan orang yang tolol (bodoh)."
Memutuskan hubungan dengan orang yang tidak bermanfaat, maksudnya adalah tidak berteman dengan orang-orang yang berakhlak jelek (tidak memiliki tata krama) dengan tujuan menghindari kejelekan perangainya, karena perangai (watak) seseorang itu lambat laun akan berpengaruh juga pada orang-orang yag berada di dekatnya.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dari Ibnu Umar ra. bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad  Saw. bersabda :
"Dua perkara, yang barangsiapa dapat memiliki keduanya maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang ahli syukur dan sabar. Dan barangsiapa yang tidak dapat memiliki keduanya, maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang tidak tahu balas budi (tidak tahu terima kasih) dan tidak sabar. Barangsiapa yang selalu membanding-bandingkan kualitas agamanya dengan orang yang berkualitas lebih tinggi, dan jika dalam masalah duniawi ia membandingkannya dengan orang yang lebih rendah, kemudian memuji Allah atas kelebihan yang dimilikinya itu, maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang tahu berterima kasih (tahu syukur) dan ahli sabar, dan barangsiapa yang selalu membanding-bandingkan kualitas agamanya dengan orang yang lebih rendah dan membandingkan urusan dunianya dengan orang yang lebih tinggi, kemudian ia merasa hina karena tidak dapat menandingi kebesaran (kekayaan) orang tersebut, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang tidak tahu berterima kasih (tidak tahu syukur) dan tidak sabar."
Hadist ini meliputi segala bentuk kebaikan.


Nashaihul 'Ibad

Sadar akan Kekurangan dan Kelemahan Dirinya

Dalam sebuah pernyataan telah diterangkan:
"Orang yang mau menyadari akan kelemahan yang ada pada dirinya akan terpuji selamanya dan mau mengakui kekurangannya itu merupakan bukti diterimanya amal perbuatannya (oleh Allah)."
Mau mengakui segala kekurangan dan kelemahan yang ada pada dirinya menunjukkan tidak adanya sifat takabbur dan congkak dalam dirinya.

Sumber Perbuatan Dosa dan Pokok Segala Fitnah

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. sebagai berikut :

"Sumber dari segala perbuatan dosa itu adalah cinta dunia, dan pokok dari segala fitnah adalah tidak mau membayar zakat dan sepersepuluh dari hasil pertaniannya."
Yang dimaksud dengan cinta dunia disini adalah lebih menyukai segala bentuk kemewahan dunia daripada urusan akhirat.


APAKAH PENGERTIAN ZAKAT ITU?
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang lima. Zakat berarti “tumbuh dan bertambah”. juga bisa berarti berkah, bersih, suci, subur dan berkembang maju. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita selaku umat muslim telah diwajibkan oleh Allah SWT untuk mengeluarkan zakat, seperti firman Allah Swt : “Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat“. (Surat An Nur 24 : 56).

Dalam ayat yang lain Allah menjelaskan bahwa orang yang mentaati perintah allah khususnya dalam menunaikan zakat niscaya Allah akan memberikan rahmat kepada kita dan akan dikembalikannya kita kepada kesucian/kembali fitrah seperti bayi yang baru dilahirkan ke alam muka bumi ini atau seperti kertas puti9h yang belum ada coretan-coretan yang dapat mengotori kertas tersebut, seperti firman-Nya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu bersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya dosa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi maha Mengetahui “. (Surat At Taubah 9 : 103).

SYARAT-SYARAT WAJIB UNTUK MENGELUARKAN ZAKAT
 

1. Islam; Zakat hanya diwajibkan bagi orang Islam saja.
2. Merdeka; Hamba sahaya tidak wajib mengeluarkan zakat kecuali zakat fitrah, sedangkan tuannya wajib mengeluarkannya. Di masa sekarang persoalan hamba sahaya tidak ada lagi. Bagaimanapun syarat merdeka tetap harus dicantumkan sebagai salah satu syarat wajib mengeluarkan zakat karena persoalan hamba sahaya ini merupakan salah satu syarat yang tetap ada.
3. Milik Sepenuhnya; Harta yang akan dizakati hendaknya milik sepenuhnya seorang yang beragama Islam dan harus merdeka. Bagi harta yang bekerjasama antara orang Islam dengan orang bukan Islam, maka hanya harta orang Islam saja yang dikeluarkan zakatnya.
4. Cukup Haul; cukup haul maksudnya harta tersebut dimiliki genap setahun, selama 354 hari menurut tanggalan hijrah atau 365 hari menurut tanggalan mashehi.
5. Cukup Nisab; Nisab adalah nilai minimal sesuatu harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Kebanyakan standar zakat harta (mal) menggunakan nilai harga emas saat ini, jumlahnya sebanyak 85 gram. Nilai emas dijadikan ukuran nisab untuk menghitung zakat uang simpanan, emas, saham, perniagaan, pendapatan dan uang dana pensiun.

Tanda-tanda Makrifat dan Adanya Kehidupan

Sebagaimana dikatakan oleh sebagian hukama berikut ini :
"Perbuatan seseorang dalam melakukan ketaan itu menunjukkan adanya makrifat (dalam dirinya), sebagaimana gerakan badan menunjukkan adanya kehidupan."
Makrifat adalah mengenal Dzat Allah lebih dekat dengan segala bentuk keagungan, kebesaran dan kekuasaan-Nya. Apabila seorang hamba berbuat ketaatan kepada Allah, maka hal itu menunjukkan tentang adanya pengetahuan tentang Dzat Allah dalam dirinya. Dan apabila semakin banyak dalam berbuat ketaatan, maka semakin dalam pula pengetahuannya akan Dzat Allah. Sebaliknya, apabila ia jarang dalam berbuat ketaatan, maka berarti tidak ada kemakrifatan dalam dirinya. Karena perbuatan lahir itu merupakan cermin dari sikap batinnya.